Rabu, 16 Desember 2015

Safety Engineering

 Abstrak

    Safety secara tradisional lebih diartikan pada aspek teknikal yang ada atau muncul ketika telahterjadi sebuah kecelakaan. Sedangkan saat ini mengharuskan seluruh organisasi didunia untuk meng-improve pelaksanaan dari safety itu sendiri. Hasil dari regulasi ini memindahkan pandangan safety yang sebelumnya sebuah organisasi berfokus pada bagaimana mencapai safety menjadi semua organisasiharus bisa mencapai safety. 
   Untuk itu demi tercapainya safety yang merupakan sebuah keharusan perusahaan atau organisasi diseluruh dunia maka dibutuhkan pengertian dan mekanisme safety yang jelas. 
Key words : Standard Safety, Manajemen Safety, Safety Requirement, Safety Management System



BAB 1. Pendahuluan
Safety Engineering merupakan sistem perlinduangan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung, yang diterapkan oelh perusahan kepada pekerja. Proteksi ini dengan memberikan rasa aman, baik dari sisi financial, kesehatan, maupun keselamatan fisik bagai pekerja sehingga pekerja dapat beraktivitas dengan tenang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningaktan nilai tambah perusahaan.Proteksi atau perlindungan pekerja merupakan suatu keaharusan bagi perusahaan yang diwajibkan oleh pemerintah melalui peraturan perudang – udangan. Dalam melaksanakan program prteksi, banyak perusahaan bekerja sama dengan perusahan asuransi yang memberikan peranggungan terhadap kemungkinan timbulnya masalah kesehatan, financial atau masalah lainnya yang dihadapi atau dialami oleh pekerja dan kelurganya di kemudian hari. Praktisnya, pemberian proteksi ini kualitasnya tidak sama diantara masing – masing pekerja, tergantung dari kedudukan dan tangguang jawab mereka masing – masing .
BAB 2. Landasan Teori
2.1. Faktor – Faktor Yang Menentukan Proteksi
Pemberian proteksi diantara masing – masing karyawan dipengaruhi oleh berbagai Faktor yaitu :
     Responsibility ( Tanggung Jawab).Semaikin tinggi jabatan seorang karyawan dalam suatu perusahan, semakin besar pula tanggung jawab yang diembannya. Seorang CEO, sebagai pimpinan tertinggi dalam perusahaan, mengeban tanggung jawab paling besar terhadap kelangsugan usaha perusahan. Semakin tinggi tanggung jawab yang diemban oelh seorang, semakin tinggi pula proteksi yang diberikan oleh perusahaan. Sebagai contoh, Seorang Manager Treasury atau Branch Manger pada Bank memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dari pada Dealer yang bertugas di Dealing Room. Oleh karena itu, tingkat proteksi yang diberikan oleh perusahaan kepada Manager Treasury atau Branch Manager lebih tinggi dari Dealer, Mislanya dari Kualitas tunjangan kesehatan.
Skill (Keahlian).Untuk kelangsungan usaha perusahaan, perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian khusus. Misalny, untuk bidang informasi, perusahaan membutuhkan tenaga akhli dibidang informasi teckhnologi yang menguasai teknologi computer. Keahlian mereka sangat spesifik, sehingga untuk mempertahankan agar mereka tetap bekerja di perusahaan tersebut, perusahaan menerapkan program proteksi yang layak dan bahkan kadang – kadang diatas rata – rata yang mampuh diberikan pesaing. Program proteksi yang diterapkan kepada pekerja yang memiliki keahlian khusus akan lebih tinggi dibangingkan dengan pekerja yang tidak memerlukan keahlian khusus, misalnya pekerja administrasi
Mental Effort (kerja Otak / Mental).Karyawan yanglebih mengandalkan kemapuan kerja otak atu mental, misalnya analis, programmer, marketer, atau akuntan. Kelas pekerja seperti ini sering disebut dengan “White Collar” kelas pekerja ini biasanya memeperoleh tingkat proteksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas pekerja yang lebih mengandalkan kekuatan fisik (Blue Collar)
Physical Effort (Kemampuan Fisik).Karyawan yang lebih mengandalakan kekuatan fisik (Blue Collar), misalnya satuan pengaman (Satpam), petugas kebersihan atau pekerja bangunan. Biasanya proteksi yang diberikan oleh perusahaan kepada mereka lebih difokuskan dalam bentuk perlindungan atas keselamatan kerja.
Work Condition (Kondisi Kerja).Kondisi kerja yang diharapkan oleh pekerja untuk satu bidang industri sering kali berbeda. Sebagai contoh, kondisi kerja bagi pekerja dibidang perminyakan, yang bekerja di lepas pantai akan berbeda dengan kondisi kerja di darat. Semakin berat kondisi kerja yang dihadapi oleh pekerja, semakin tinggi program proteksi yang diterapkan.
Government Rule (Peraturan Pemerintah).Pemerintah sebagai regulator biasanya membuat peraturan yang mengharuskan pengusaha atau perusahaan untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja. Sebagai contoh, pemerintah mengaharuskan perusahaan memberikan perlindungan bagi pekerja melalui jaminan asuransi tenaga kerja atu yang dikenal dengan jamsostek. Melalui jaminan asuransi tersebut, pekerja yang di PHK, pekerja yang mengalami kecelakaan selama bekerja, atau yang sakti akan memperoleh santunan yang layak dari pihak asuransi. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan perusahaan untuk memberikan hak cuti bagi penyegaran fisik dan mental pekerja.
2.2. Konsep Manajemen Safety
Konsep Manajemen Safety Secara umum, Manajemen safety adalah sebuah konsep yang menumbuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, yang memungkinkan partisipasi dan kontribusi dari semua tingkat manajemen hingga tenaga kerja. Manajemen keselamatan yang efektif memiliki tiga tujuan utama, yaitu (a) membuat lingkungan yang aman, (b) membuat pekerjaan aman, dan (c) membuat sadar keselamatan pekerja
2.3. Standarisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Safety Helmets,sebagai pelindung dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung
Tali Keselamatan (safety belt), sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa.
Sepatu Karet, sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becak ataupun berlumpur. Kebanyakan dilapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
Sepatu pelindung, untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, dll.
Sarung tangan, sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera.
Tali pengaman (safety harness), sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian.
Penutup telinga, berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
Kacamata pengaman, sebagai pelindung mata ketika bekerja.
Masker, sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk.
Pelindung wajah, sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja.
Jas hujan, melindungi dari percikan air saat bekerja.


BAB. 3 Penutup
3.1. Kesimpulan
Saya dapat menyimpulkn bahwa proteksi atau perlindungan perusahan terhadapt karyawan sangat penting dilakukan proteksi atau perlindungan ini akan semakin mengingkatkan kesejahtraan, kesehatan dan terutama keselamatan kerja karyawan. Keselamatan kerja menunjuk kepada kondisi – kondisi fisiologis-fisikal dan pisiologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika sebuah perusahaan melaksanakan tindakan – tindakan keselamatan yang efektif
 3.2. Saran
Perusahaan hendaknya tidak tinggal diam apabila ditemukan terjadi kecelakaan pada saat karyawan bekerja. Kecelakaan pada saat bekerja merupakan resiko yang merupakan bagian dari pekerjaan, untuk itu perusahaan hendaknya mencegah dalam hal ini melakukan proteksi atau perlindungan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung, yang diterapkan oleh perusahaan kepada pekrja. Proteksi atau perlindungan pekerja merupakan keharusan bagi sebuah perushaan





Daftar Pustaka
http://www.michigan.gov/documents/SafetyEngineer2_134790_7.pdf
https://support.dce.felk.cvut.cz/psr/prednasky/safety/safety-intro.pdf
https://www.academia.edu/9312657/Engineering_System_and_Management_Standard_Safety_A_Review



Otomasi Sistem Produksi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  Pada masa lampau, otomasi bermakna mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin untuk menghemat ongkos buruh. Namun kini seiring berjalannya waktu otomasi bermakna mengintegrasikan seluruh informasi dan teknologi terkini kedalam proses operasi untuk tujuan strategis.
  Kini otomasi diterapkan tidak hanya untuk menghemat ongkos buruh, namun juga untuk meningkatkan mutu, produksi dan penghantaran yang lebih cepat atas barang/jasa, meningkatkan fleksibilitas.

B. Rumusan Masalah

 Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah pada makalah ini adalah :
1. Apa definisi dari Otomasi?
2. Bagaimana sejarah dari Otomasi?
3. Apa saja jenis-jenis dari Otomasi?

C. Tujuan

  Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui definisi dari Otomasi
2. Untuk mengetahui sejarah dari Otomasi
3. Untuk mengetahui jenis-jenis dari Otomasi 



BAB II
ISI

A. Definisi Otomasi

   Beberapa ahli menyatakan bahwa otomasi adalah proses yang secara otomatis mengontrol operasi dan perlengkapan sistem dengan perlengkapan mekanik/ elektronika yang dapat mengganti manusia dalam mengamati, dan mengambil keputusan.
   Dorf menyatakan bahwa otomasi merupakan sebuah proses tanpa aktivitas langsung manusia dalam proses (R.C. Dorf, Robotic and automated Manufacturing. Berdasarkan Grover P.M et al (1986) otomasi merupakan teknologi yang berkaitan dengan penggunaan operasi dan control produksi secara mekanis, elektronik, dan system yang berbasis computer (computer–based system).
   Menurut Grover P.M (2001) menyatakan bahwa otomasi merupakan teknologi yang proses maupun prosedurnya diselesaikan tanpa keterlibatan langsung manusia. Sehingga secara umum sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu tekhnologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu.

B. Sejarah Otomasi

   Perkembangan teknologi otomasi dapat ditelusuri dari perkembangan alat-alat mekanik dasar. Alat mekanik dasar seperti roda berkembang sekitar 3200 SM, pengungkit, mesin Derek (600 SM) rodasisir (Th.1000), sekrup (th1405), dan roda gigi di abad pertengahan. 
   Alat-alat dasar tersebut ditemukan kembali pada tahun 1765 yaitu mesin uap yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi dan mengoperasikan mesin lainnya seperti mesin bor (th 1775), kereta lokomotif (1803). Kemampuan untuk menghasilkan energy dan memindahkannya untuk operasi proses merupakan satu diantaratiga elemen dasar system otomasi. 
   Setelah penemuan pertama mesin uap, tahun 1765 James Watt dan timnya mengembangkan teknik control mesin uap dengan menggunakan Flying Ball Governor, yang dapat mengendalikan on/off mesin secara otomatis. Flying Ball Governor merupakan tipe yang cukup penting dalam otomasi yaitu system control.

C. Jenis-jenis Otomasi

Jenis Otomasi Ditinjau dari sistem manufaktur (atas dasar macam, variasi dan jumlah produk) 
1. Fixed Automation ( Otomasi Detroit ) Merupakan sistem otomasi yang mempunyai konfigurasi peralatan tetap, sesuai dengan tahapan proses operasinya ataupun perakitannya. Jenis ini ditandai atas : 
• Modal awal yang besar 
• Laju produksi yang tinggi 
• Relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasikan perubahan produk. 
2. Programmable Automation Pada Otomasi jenis ini, alat-alat produksi dirancang dengan kemampuan dapat dirubah urutan operasinya, sehingga dapat mengakomodasikan perubahan konfigurasi sesuai dengan perubahan macam-macam produk 
• Modal besar untuk peralatan “general purpose” 
• Laju produksi relatif rendah
• Fleksibel untuk perubahan konfigurasi 
• Sangat cocok untuk “batch production” 
3. Flexible Automation Ini merupakan pengembangan dari programabel otomasi. Jadi merupakan sistem yang mampu memproduksi macam-macam produk, tanpa kehilangan waktu secara virtual akibat perubahan bentuk produk yang satu ke bentuk berikutnya Jenis ini ditandai atas : 
• Modal besar untuk peralatan 
• Produksi kontinyu dari macam-macam campuran produk 
• Laju produksi sedang 
• Fleksibel untuk perubahan variasi rancangan produk



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

   Pemanfaatan sistem Otomasi seperti halnya komputer yang digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin industri dan kontrol proses untuk menggantikan operator tenaga manusia. Industrialisasi itu sendiri merupakan tahapan dalam pelaksanaan mekanisasi, dimana konsep mekanisasi tetap mesin-mesin industri dilakukan manusia sebagai operator dengan menempatkan mesin sebagai pembantunya sesuai dengan permintaan kerja secara fisik.

B. Saran
   Untuk kedepannya agar Otomasi sistem produksi ini bisa lebih di tingkatkan lagi karena sekarang banyak perusahaan yang mulai memakai sistem otomasi ini dikarenakan beberapa faktor yang positif yaitu : Bisa menghemat biaya tenaga kerja, keamanan atas kecelakaan kerja akibat operasi produksi bisa di kurangi.







Daftar Pustaka
http://www.engineeringindonesia.org/showthread.php?tid=571
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_otomasi
http://share.its.ac.id/pluginfile.php/30088/mod_resource/content/6/MINGGU01_OTOMASI_INDUSTRI.pdf
https://dhimaskasep.files.wordpress.com/2008/02/osp01-konsepmodal-dasar-sistem-otomasi.pdf
http://www.academia.edu/5366267/TIA314_Otomasi_Sistem_Produksi_Pekan_ke-7_Programmable_Logic_Controller

Rabu, 23 September 2015

JUDUL PENELITIAN


1. PENINGKATAN KUALITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN SISTEM KERJA 5S PADA DEPARTEMEN PRESS PT. YNYNZ


2. ANALISA PERBAIKAN SISTEM KERJA KALIBRASI HYDROMETER DENGAN METODE PERHITUNGAN WAKTU BAKU (STUDI KASUS DI PT. XXYYXX)


3. PLEMENTASI LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) DENGAN INTEGRASI PENDEKATAN ANP DAN BOCR UNTUK PENGEMBANGAN GREEN SUPPLY CHAIN PRODUK BOGIE DI PT XXX


4. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN UNTUK MENCAPAI KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN BRITS


5. PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE STATISTIK PADA KALIBRASI TEMPERATURE SENSOR


6. PENERAPAN METODE SERVICE QUALITY TERHADAP PELAYANAN JASA RUMAH TANGGA GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN DI PT. XYXNS


7. ANALISA PENYEBAB CACAT PEMASANGAN PRODUK CABLE LADDER DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DI PT KTY


8. PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN TERHDAPAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DIVISI KLAIM PT FOK


9. ANALISA KEPUASAN DISTRIBUTOR TERHADAP PELAYANAN DIVISI SPARE PART PADA PT. QWER UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN


10. USULAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PADA PT. GFD DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CVNZ

Rabu, 16 September 2015

RSK DAFTAR PUSTAKA

ANALISA PERBAIKAN SISTEM KERJA KALIBRASI HYDROMETER DENGAN METODE PERHITUNGAN WAKTU BAKU



Penulis : Ariyadhi Pambhudiakso

NIM : 41611120104


KRITIK :
Menurut saya penulisan daftar pustaka pada skripsi ini sudah cukup baik, namun masih terdapat kesalahan kesalahan mulai dari penulisan miring(Italic) tanda (.) dan penulisan nama penulisnya.

SARAN :
Seharusnya penulis lebih mempelajari lagi cara penulisan dalam daftar pustaka agar tidak terjadi kesalahan dalam menulis daftar pustaka skripsi

DAFTAR PUSTAKA SEBELUM DIKOREKSI :

  • Juanda, Rozali,Z.F.,& Syahputra, H. (2012). Standar Disasi Waktu Kerja Pada Unit Pengolahan Kakao, Koperasi Rimbun, Pidie Jaya. Rona Teknik Pertanian , Vol5 N0.2, 356-362
  • Sutalaksana, Iftikar Z. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung: ITB
  • Wignjosoebroto, Sritomo. (2003). Ergonomi,Study Gerak & Waktu. Surabaya: Guna Widya.
DAFTAR PUSTAKA SETELAH DIKOREKSI :
  • Juanda, dkk. 2012. Standar Disasi Waktu Kerja Pada Unit Pengolahan Kakao, Koperasi Rimbun, Pidie Jaya. Rona Teknik Pertanian , Vol5 N0.2, 356-362.
  • Sutalaksana dan Iftikar Z. 2006. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung: ITB.
  • Wignjosoebroto dan Sritomo. 2003. Ergonomi,Study Gerak & Waktu. Surabaya: Guna Widya.


Rabu, 09 September 2015

RSK SKRIPSI 2

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK (Peningkatan Nilai Tambah) DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN KONSEP "QUALITY CONTROL CIRCLE" DI PT. INTERCALLIN

Disusun Oleh :

Nama : Boni Aditya Firmanda

NIM : 41609110030


RINGKASAN:
Kualitas telah menjadi harapan dan impian bagi semua orang baik konsumen maupun produsen. Produsen memproduksi barang yang berkualitas agar laku dipasaran, sedangkan konsumen mengharapkan barang yang dibelinya mempunyai kualitas yang sebanding dengan harga yang harus dibayarnya. Ternyata secara umum, kualitas bisa diihat dari aspek penjualan. Produk yang paling laku dipasaran dianggap sebagai produk yang paling berkualitas. Ternyata untuk menyatakan suatu produk berkualitas, tidak cukup dilihat dari sisi penjualannya saja, tetapi masih banyak faktor lain yang mempengaruhi suatu produk berkualitas atau tidak. Akan tetapi, kualitas menjadi faktor kunci dalam persaingan di dunia usaha. Perusahaan yang tidak berfokus pada kualitas dan kepuasan pelanggan dalam mengahadapi era globalisasi akan kalah dalam persaingan dan akan mati.

SARAN:Menurut saya materi dan sistematika penulisan di skripsi ini sudah cukup jelas. Saran dari saya sebaiknya penulis memakai kata kata yang tidak rumit sehingga pembaca menjadi lebih mudah untuk memahami.

KRITIK:
Menurut saya sebaiknya penulis menambahkan gambar gambar yang sesuai atau bersangkutan dengan judul skripsi ini

http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

RSK SKRIPSI 1

ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE SPC PADA PRODUK KOPI INSTANT T4BR DI PT.TORABIKA EKA SEMESTA DIVISI INSTANT

Disusun Oleh :

Nama : Manat Sipakkar

NIM : 41608110092


RINGKASAN :
Produk dan jasa berkualitas adalah produk dan jasa yang sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen ( kepuasan pelanggan ). Untuk mengetahui apa yang di inginkan oleh pelanggan maka perusahaan / organisasi harus melakukan survei atau analisa.( Fandy Tjiptono, 1995 ). Sedangkan Kualitas adalah suatu konsep yang luas mencakup tingkat kesempurnaan atau kesesuaian dengan spesifikasi atau standar perbandingan yang dapat di ukur sehingga hasilnya dapat ditunjukkan secara konsisten.
Pengendalian kualitas adalah (Quality Control) adalah aktivitas yang dilakukan untuk menjaga kesesuaian / kesempurnaan produk yang dihasilkan berdasarkan inspeksi untuk menerima produk yang memenuhi syarat dan menolak produk yang tidak memenuhi syarat (defect). Cacat ( Defect ) adalah semua kejadian atau peristiwa dimana produk atau proses gagal memenuhi kebutuhan pelanggan. Secara konvesional kualitas menggambarkan statu karakteristik langsung dari suatu produk seperti perfrmansi ( performance ), keandalan ( reability ), mudah digunakan ( easy of use ), dan Estetika ( esthetic ).

SARAN :
Menurut saya isi dari skripsi ini sudah cukup baik untuk dibaca dan sususan dan cara penulisan skripsi ini juga sudah tersusun rapi. Saran dari saya sebaiknya penulis lebih memperdetail lagi point - ponit yang bersangkutan dengan tema atau judul skripsi.

KRITIK :
Masih kurangnya pembahasan tentang point point penting yang ada di dalam skripsi  ini
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

Sabtu, 10 Januari 2015

ARTIKEL ILMIAH ANALISA SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN (ISO 14000)

ISO 14000 merupakan standar internasional tentang sistem manajemen lingkungan secara umum, sedangkan untuk bidang konstruksi masih didukung oleh adanya konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction). Dalam penelitian ini dijelaskan juga tentang elemen ISO 14000 dan keuntungan yang ada diperoleh bila menerapkannya. 

Keuntungan ISO 14000 terdiri dari 
dua bagian, yaitu keuntungan potensial langsung dan keuntungan potensial tidak langsung.
Keuntungan potensial langsung meliputi reduksi langsung dalam penggunaan sumber daya material,reduksi dalam penggunaan energi,reduksi dalam bahan sisa,reduksi dalam keluhan dan tindak lanjut,menghindari denda dan penalti,dan menghindari pertanggungjawaban 
seseorang 

Elemen ISO 14000 yang terkait dengan proyek konstruksi adalah polusi udara, pembuangan ke sumber air, pasokan air dan pengolahan limbah domestik, limbah dan bahan-bahan berbahaya, gangguan, bunyi/kebisingan dan getaran, radiasi, perencanaan fisik,pengembangan perkotaan, gangguan bahan/material,penggunaan energi, keselamatan dan kesehatan kerja karyawan

Studi kepustakaan, untuk mendapatkan Variabel-variabel tentang informasi, elemen, dan 
keuntungan ISO 14000 serta faktor-faktor yang berperan dalam sistem manajemen lingkungan, 
kemudian diteliti ulang dengan melakukan penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 34 kontraktor kelas A

Penelitian ini menggunakan skala nominal 
sebagai berikut: 1 = Ya, 2 = Tidak dan skala 
ordinal/ranking sebagai berikut: 
Skala 1 : Sangat Tidak Berperan 
Skala 2 : Tidak Berperan 
Skala 3 : Kurang Berperan 
Skala 4 : Agak Berperan 
Skala 5 : Berperan 
Skala 6 : Sangat Berperan 
Analisa data menggunakan analisa Wilcoxon 
Signed Ranks Test dengan menggunakan 
program SPSS V.10.00 

Dari hasil survei terhadap 34 kontraktor kelas 
A didapatkan hasil bahwa 64,71% responden mengetahui informasi tentang ISO 14000. Mereka mengetahui informasi tentang ISO 14000 pertama kali dari literatur asing, relasi bisnis, mass media, dan lain-lain. Isu 
keselamatan dan kesehatan kerja karyawan menjadi prioritas utama bagi para kontraktor 
(mean rank 8,09). Isu tersebut ditindak lanjuti dengan mengembangkan strategi yang bersifat proaktif (61,76%), dimana strategi tersebut ditindaklanjuti dengan pengembangan taktik yang sesuai untuk keselamatan dan kesehatan kerja karyawan antara lain memeriksa kesehatan karyawan sesuai dengan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang (mean rank 5,00). 

Bagi kontraktor, diharapkan hasil penelitian ini 
dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk 
menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan 
(ISO 14000) dalam perusahaannya.



RIVIEW JURNAL PEMANFAATAN BIJI DURIAN SEBAGAI UPAYA PENYEDIAAN BAHAN BAKU ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN RAMAH LINGKUNGAN

Wahidin Nuriana 1
 1 adalah Dosen Fakultas Teknik Universitas Merdeka Madiun 

PENDAHULUAN :
Timur (Blitar, Malang Selatan, Madiun), Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Saat ini permintaan BBM yang mempunyai nilai oktan tinggi terus meningkat, sementara terjadi penurunan deposit minyak bumi sehingga menaiknya harga minyak mentah dunia. Faktor lain yang memicu peningkatan bahan bakar etanol adalah berlakunya peraturan reduksi emisi gas 
rumah kaca yaitu Clean Air Act 1990 (di Amerika dan Jepang). Di Indonesia terdapat beberapa daerah sentra penghasil buah durian, antara lain di jawa Barat (Serang,Pandeglang, Parung, Bogor), Jawa Tengah (Jepara, Ungaran, Banjarnegara, Purworejo), Jawa Timur serta Lombok Barat. Pati terdapat dalam jumlah yang cukup besar di dalam tanaman, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti dalbiji-bijian, umbi-umbian, dan dalam batang.

TUJUAN :
Etanol sebagai am campuran gasohol E-10 hingga E-80 diharapkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM yang lambat laun akan habis dan mempunyai tingkat emisi karbon lebih rendah dibanding premium dan pertamax. Serta memanfaatkan limbah pertanian biji durian yang pemanfaatannya belum tampak, namun jumlah cukup melimpah. 

METODE PENELITIAN :
1.Biji durian dibersihkan kulit 
luar dan dalam 
2.Di iris-iris tipis 
3.Dikeringkan, selama 2, 3, 4 hari 
Di bawah panas sinarmatahari
4.Ditumbuk halus, diayak 
5.Tepung biji durian 
Dianalisis: 
- Kadar air 
- Kadar serat 
- Pati 
- Protein 
- Lemak 
- Mineral (Ca, Mg, 
 K, Fe, P dan Na 
6.Dikemas plastik untuk 
dilihat daya simpannya 
7.Siap sebagai bahan 
baku etanol 

HASIL :
Penelitian ini bermanfaat memberi nilai tambah pada biji durian menambah khasanah perkembangan ilmu dan teknologi pemanfaatan limbah pertanian khususnya biji durian sebagai tepung alternatif sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai macam makanan olahan serta bahan baku etanol yang biasa disebut BBN yang ramah lingkungan sebagai pengganti BBM. Menambah khasanah perkembangan ilmu dan teknologi pemanfaatan limbah pertanian khususnya biji durian. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini adalah memperoleh kadar/ kandungan pati, mineral, serat dari biji durian yang dapat dibuat etanol sebagai energi alternatif yaitu pengganti minyak kompor, gasohol E-10 dan E-20 yang mempunyai sifat ramah lingkungan juga dapat di olah menjadi suatu makanan olahan misal dalam penelitian ini adalah suatu camilan kripik.

KESIMPULAN :
1. Biji durian dapat dibuat suatu tepung 
dengan pengeringan sinar matahari selama 2, 3 dan 4 hari
2. Tepung biji durian dapat dibuat snack, 
salah satunya adalah camilan keripik