Senin, 27 Oktober 2014

REVIEW JURNAL

TUJUAN :

Untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap beberapa merk rokok yang banyak
dijual di pasaran. Dan juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa nikotin yang terkandung di dalam asap rokok sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

LATAR BELAKANG : 

Merokok telah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan ini dapat disebabkan oleh nikotin yang berasal dari asap arus utama dan asap arus samping dari rokok yang dihisap oleh perokok. Dengan demikian penderita tidak hanya perokok sendiri (perokok aktif) tetapi juga orang yang berada di lingkungan asap rokok (Environmental Tobacco Smoke) atau disebut dengan perokok pasif.Namun demikian masih banyak orang baik laki-laki maupun perempuan yang belum atau tidak dapat meninggalkan kebiasaan merokok ini.Berbagai usaha telah dilakukan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan lingkungan dari asap rokok, seperti larangan merokok di tempat-tempat umum, instalasi khusus, dan lain-lain. Bahkan peringatan pemerintah pada kemasan rokok yang menyatakan bahwa merokok dapat merugikan kesehatan tidak mendapatkan tanggapan baik dari masyarakat.

METODE :
 
Penelitian ini merupakan studi deskriptif, untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap berbagai merk rokok yang banyak
dijual di pasaran. Jenis rokok yang digunakan adalah 3 jenis merk rokok filter dan 3 jenis rokok kretek (non-filter),
Pengukuran kadar nikotin dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi per batang rokok. Langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan, pembuatan larutan standar nikotin, penentuan volume larutan pengabsorbsi, uji kualitatif nikotin, absorsi nikotin dari asap rokok dan analisis dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Banyaknya nikotin dalam asap rokok dihitung berdasarkan luas puncak kromatogram standar nikotin yang diketahui konsentrasinya. Data yang dikumpulkan berupa kandungan nikotin pada asap utama dan asap samping dengan masing-masing tiga kali ulangan

HASIL :
  • Hasil pengukuran kandungan nikotin dalam asap rokok menampilkan bahwa kandungan nikotin yang terdapat dalam rokok kretek lebih besar dari rokok filter baik pada asap arus utama atau pun arus samping. Hal ini disebabkan karena pada rokok kretek tidak dilengkapi dengan filter yang berfungsi mengurangi asap yang keluar dari rokok seperti yang terdapat pada jenis filter
  • Perbandingan jumlah nikotin yang dilepaskan perokok 4 – 6 kali lebih banyak dari pada yang terdapat oleh si perokok. 
KESIMPULAN :

Kandungan nikotin dalam rokok kretek lebih besar dari rokok
filter.Hendaknya kadar nikotin dicantumkan pada setiap merk rokok. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan khususnya tentang efeknya terhadap kesehatan masyarakat khususnya perokok dan bukan perokok yang selalu berada pada lingkungan asap rokok,

JURNAL KIMIA



PENENTUAN KADAR NIKOTIN DALAM ASAP ROKOK
Dewi Susanna, Budi Hartono, Hendra Fauzan
Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
E-mail: dsusanna@makara.cso.ui.ac.id
Abstrak
Penelitian ini merupakan studi deskriptif untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap beberapa merk rokok yang banyak
dijual di pasaran. Jenis rokok yang digunakan adalah tiga merk rokok filter dan tiga merk rokok kretek (non filter),
Kadar nikotin yang diukur adalah kadar nikotin dalam asap arus utama dan asap rokok arus samping. Pengukuran kadar
nikotin dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi per batang rokok. Kandungan nikotin
dalam rokok kretek lebih besar dibandingkan rokok filter. Pada rokok filter kandungan nikotin terbesar pada Filter-C,
terendah pada Filter-A. Sedangkan pada rokok kretek kandungan tertinggi pada Kretek-X dan terendah pada Kretek-Z.
Nikotin yang terdapat dalam asap rokok arus samping 4 – 6 kali lebih dari asap rokok arus utama. Hendaknya kadar
nikotin dicantumkan pada kemasan setiap merk rokok dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek terhadap
kesehatan masyarakat.

1. Pendahuluan
Merokok telah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan ini dapat disebabkan oleh
nikotin yang berasal dari asap arus utama dan asap arus samping dari rokok yang dihisap oleh perokok. Dengan
demikian penderita tidak hanya perokok sendiri (perokok aktif) tetapi juga orang yang berada di lingkungan asap rokok
(Environmental Tobacco Smoke) atau disebut dengan perokok pasif1. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan dapat
berupa bronkitis kronis, emfisema, kanker paru-paru, larink, mulut, faring, esofagus, kandung kemih, penyempitan
pembuluh nadi dan lain-lain. Namun demikian masih banyak orang baik laki-laki maupun perempuan yang belum atau
tidak dapat meninggalkan kebiasaan merokok ini 2.
Berbagai usaha telah dilakukan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan lingkungan dari asap rokok, seperti
larangan merokok di tempat-tempat umum, instalasi khusus, dan lain-lain. Bahkan peringatan pemerintah pada kemasan
rokok yang menyatakan bahwa merokok dapat merugikan kesehatan tidak mendapatkan tanggapan baik dari masyarakat
2.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lingkungan asap rokok adalah penyebab berbagai penyakit, dan juga
dapat mengenai orang sehat yang bukan perokok. Paparan asap rokok yang dialami terus-menerus pada orang dewasa
yang sehat dapat menambah resiko terkena penyakit paru-paru dan penyakit jantung sebesar 20 - 30 persen. Lingkungan
asap rokok dapat memperburuk kondisi seseorang yang mengidap penyakit asma, menyebabkan bronkitis, dan
pneumonia. Asap rokok juga menyebabkan iritasi mata dan saluran hidung bagi orang yang berada di sekitarnya.
Pengaruh lingkungan asap tembakau dan kebiasaan ibu hamil merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada
anaknya bahkan sebelum anak dilahirkan. Bayi yang lahir dari wanita yang merokok selama hamil dan bayi yang hidup
di lingkungan asap rokok mempunyai resiko kematian yang sama 2 .
Risiko yang dapat ditimbulkan oleh karena merokok sebenarnya dapat dikurangi bila diketahui kadar nikotin dalam asap
rokok 2. Bila kadar ini dicantumkan maka calon perokok dapat memilih rokok dengan kandungan nikotin yang sekecil
mungkin atau kandungan yang paling sedikit diantara jenis-jenis rokok. Pada saat ini banyak produsen rokok belum
mencantumkan kadar nikotin dalam kemasannya maka perlu dilakukan pengukuran kadar nikotin yang dihasilkan oleh
asap rokok dengan tujuan untuk mengetahui berapa kandungan nikotin yang dihasilkan oleh asap rokok dari berbagai
macam merk rokok yang banyak beredar di pasaran. Asap rokok yang akan diukur adalah asap rokok yang dihisap oleh
perokok (asap rokok arus utama) dan yang dilepaskan ke lingkungan sekelilingnya (asap arus samping) yang
memungkinkan dihirup oleh orang lain yang berada di lingkungan tersebut 3.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau informasi bagi para perokok untuk
dapat mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok dan meninggalkan kebiasaan merokok secara
perlahan atau dapat menentukan alternatif produk rokok yang ebih rendah kadar nikotinnya.

2. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan studi deskriptif, untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap berbagai merk rokok yang banyak
dijual di pasaran. Jenis rokok yang digunakan adalah 3 jenis merk rokok filter dan 3 jenis rokok kretek (non-filter),
masing-masing diberi notasi Filter-A, Filter-B dan Filter-C, Kretek-X, Kretek-Y dan Kretek-Z, sehingga ada 6 sampel
(merk rokok). Kadar nikotin yang diukur adalah kadar nikotin dalam asap arus utama (asap yang dihisap langsung oleh
perokok) dan asap rokok arus samping (asap rokok yang dilepaskan ke lingkungan). Masing-masing sampel diperiksa
tiga kali ulangan dengan menggunakan satu batang rokok untuk setiap pengukuran 3.
Pengukuran kadar nikotin dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi per batang rokok.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan, pembuatan larutan
standar nikotin, penentuan volume larutan pengabsorbsi, uji kualitatif nikotin, absorsi nikotin dari asap rokok dan
analisis dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Banyaknya nikotin dalam asap rokok dihitung berdasarkan luas
puncak kromatogram standar nikotin yang diketahui konsentrasinya 4.
Data yang dikumpulkan berupa kandungan nikotin pada asap utama dan asap samping dengan masing-masing tiga kali
ulangan. Data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan rata-rata kandungan nikotin dan menghitung
perbandingan antara kandungan nikotin dalam asap arus utama dan asap arus samping.

3. Hasil dan Pembahasan
Hasil pengukuran kandungan nikotin dalam asap rokok ditampilkan dalam Tabel 1.
Dari tabel tersebut terlihat bahwa kandungan nikotin yang terdapat dalam rokok kretek lebih besar dari rokok filter baik
pada asap arus utama atau pun arus samping. Pada rokok filter kandungan nikotin terbesar terdapat pada Filter-C dan
yang terkecil rokok Filter-A.
Tabel 1. Kandungan Nikotin dalam Asap Arus Utama dan Arus Samping per Batang Rokok
Jenis
rokok
Nikotin (mg) per batang rokok
Asap arus
utama (AU)
Asap arus
samping (AS)
AS/AU

Filter-A
0,738 3,329 4,510
0,962 3,935 4,090
1,011 4,010 3,966
Rata-rata 0,904 3,758 4,189
Filter_B
0,930 4,562 4,905
0,975 4,686 4,806
1,084 5,015 4,626
Rata-rata 0,996 4,754 4,779
Filter-C
0,975 4,955 5,082
1,135 5,529 4,871
1,311 5,568 4,247
Rata-rata 1,140 5,350 4,734
Kretek-X
1,095 7,211 6,584
1,254 7,523 5,999
1,570 7,637 4,864
Rata-rata 1,306 7,457 5,816
Kretek-Y
1,384 5,905 4,267
1,353 5,931 4,384
1,104 6,516 5,902
Rata-rata 1,280 6,117 4,851
Kretek-Z
1,034 4,329 4,187
1,129 4,466 3,956
1,332 5,651 4,242
Rata-rata 1,165 4,815 4,128
Sedangkan pada jenis kretek, nikotin paling besar didapatkan pada Kretek-X, yang terkecil Kretek-Z. Hal ini disebabkan
karena pada rokok kretek tidak dilengkapi dengan filter yang berfungsi mengurangi asap yang keluar dari rokok seperti
yang terdapat pada jenis filter.
Asap rokok arus samping mengandung nikotin lebih banyak dari pada dalam arus utama. Dengan kata lain bahwa kadar
nikotin yang dilepaskan ke lingkungan lebih banyak dari pada nikotin yang dihisap oleh perokok. Perbandingan jumlah
nikotin dalam asap arus samping lebih banyak 4 – 6 kali dari pada yang terdapat dalam asap arus utama.
Perbedaan ini selain dikarenakan perbedaan dalam pembentukannya, juga disebabkan karena asap rokok arus samping
terus menerus dihasilkan selama rokok menyala walaupun tidak sedang dihisap. Dengan demikian merokok tidak saja
membahayakan bagi si perokok saja (perokok aktif), tetapi juga bagi orang di
sekitarnya (perokok pasif). Perbedaan nikotin dalam berbagai merk rokok dipengaruhi oleh berbagai faktor
antara lain jenis dan campuran tembakau yang digunakan, jumlah tembakau dalam tiap batang rokok, senyawa tambahan
yang digunakan untuk meningkatkan aroma dan rasa, serta ada-tidaknya filter dalam tiap batang rokok.
Bila diasumsikan bahwa rata-rata orang merokok per hari 10 batang, dan diasumsikan semua nikotin yang terdapat
dalam asap rokok terserap seutuhnya ke dalam tubuh, maka jumlah nikotin yang masuk ke dalam tubuh per hari dapat
dihitung 2. Meskipun dosis yang dihisap per harinya masih di bawah dosis toksik (0,5–1,0 mg/kg BB atau sekitar 30 –
60 mg), bila ini berlangsung dalam waktu yang lama maka akan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Pada
dasarnya toksisitas suatu zat ditentukan oleh besarnya paparan (dosis), dan lamanya pemaparan.

4. Kesimpulan
Dari pengukuran kadar nikotin yang dilakukan terhadap dua jenis rokok masing-masing tiga merk dengan ulangan
sebanyak tiga kali, diperoleh kesimpulan yaitu: bahwa kandungan nikotin dalam rokok kretek lebih besar dari rokok
filter. Pada rokok filter kandungan nikotin terbesar pada Filter-C, terendah pada Filter-A, sedangkan pada rokok kretek
kandungan tertinggi pada Kretek-X dan terendah pada Kretek-Z. Nikotin yang terdapat dalam asap rokok arus samping
4–6 kali lebih besar dari asap rokok arus utama.

Hendaknya kadar nikotin dicantumkan pada setiap merk rokok. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan khususnya
tentang efeknya terhadap kesehatan masyarakat khususnya perokok dan bukan perokok yang selalu berada pada
lingkungan asap rokok, dan perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut terhadap merk-merk rokok lainnya.

Daftar Acuan
1. Dube MF, Green CR. Methods of Collection of Smoke Analytical Purposes. Recent Advances in Tobacco Science
1992; 8: 42-102.
2. Amstrong BK Merokok dan Kesehatan. Jakarta, 1984.
3. Alaunir N. Penentuan Kadar Nikotin dalam Berbagai Merk Rokok yang Beredar di Sumatera Barat. Padang: IKIP
Padang, 1992. Laporan Penelitian.
4. Snyder LR, Kirkland JJ. Introduction to Modern Liquid Chromatography. 2nd edition. New York: John Willey and
Sons, 1980.

ARTIKEL KIMIA

Rumus Kimia Suatu Zat

Rumus kimia suatu zat adalah menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris. Adapun penjelasan rumus kimia yang termasuk ke dalam rumus molekul dan rumus empiris dapat disimak dalam penjelasan selanjutnya.

Rumus Molekul dan Empiris sebagai Rumus Kimia

1. Rumus Molekul
Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari molekul zat.
Contoh:
  1. Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.
  2. Rumus molekul glukosa C6H1 O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen










2. Rumus Empiris
Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris.
Contoh:
  1. Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl.
  2. Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl– dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.
Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk  molekul-molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk molekul unsur tersebut.
Contoh:
  1. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigen terdiri atas molekul-molekul oksigen yang dibangun oleh dua atom oksigen.
  2. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas molekul-molekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah atom fosfor.
Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu mempunyai rumus molekul.



Sumber : artikelkimia.com

PERGESERAN POSISI KESETIMBANGAN