PENENTUAN KADAR NIKOTIN DALAM ASAP
ROKOK
Dewi Susanna, Budi Hartono, Hendra Fauzan
Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan
Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
E-mail: dsusanna@makara.cso.ui.ac.id
Abstrak
Penelitian
ini merupakan studi deskriptif untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap
beberapa merk rokok yang banyak
dijual
di pasaran. Jenis rokok yang digunakan adalah tiga merk rokok filter dan tiga
merk rokok kretek (non filter),
Kadar
nikotin yang diukur adalah kadar nikotin dalam asap arus utama dan asap rokok
arus samping. Pengukuran kadar
nikotin
dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi per batang
rokok. Kandungan nikotin
dalam
rokok kretek lebih besar dibandingkan rokok filter. Pada rokok filter kandungan
nikotin terbesar pada Filter-C,
terendah
pada Filter-A. Sedangkan pada rokok kretek kandungan tertinggi pada Kretek-X
dan terendah pada Kretek-Z.
Nikotin
yang terdapat dalam asap rokok arus samping 4 – 6 kali lebih dari asap rokok
arus utama. Hendaknya kadar
nikotin
dicantumkan pada kemasan setiap merk rokok dan perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut tentang efek terhadap
kesehatan
masyarakat.
1. Pendahuluan
Merokok
telah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan ini
dapat disebabkan oleh
nikotin
yang berasal dari asap arus utama dan asap arus samping dari rokok yang dihisap
oleh perokok. Dengan
demikian
penderita tidak hanya perokok sendiri (perokok aktif) tetapi juga orang yang
berada di lingkungan asap rokok
(Environmental Tobacco Smoke) atau disebut dengan perokok pasif1. Gangguan kesehatan yang
ditimbulkan dapat
berupa
bronkitis kronis, emfisema, kanker paru-paru, larink, mulut, faring, esofagus,
kandung kemih, penyempitan
pembuluh
nadi dan lain-lain. Namun demikian masih banyak orang baik laki-laki maupun
perempuan yang belum atau
tidak
dapat meninggalkan kebiasaan merokok ini 2.
Berbagai
usaha telah dilakukan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan
lingkungan dari asap rokok, seperti
larangan
merokok di tempat-tempat umum, instalasi khusus, dan lain-lain. Bahkan
peringatan pemerintah pada kemasan
rokok
yang menyatakan bahwa merokok dapat merugikan kesehatan tidak mendapatkan
tanggapan baik dari masyarakat
2.Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lingkungan asap rokok adalah penyebab
berbagai penyakit, dan juga
dapat
mengenai orang sehat yang bukan perokok. Paparan asap rokok yang dialami
terus-menerus pada orang dewasa
yang
sehat dapat menambah resiko terkena penyakit paru-paru dan penyakit jantung
sebesar 20 - 30 persen. Lingkungan
asap
rokok dapat memperburuk kondisi seseorang yang mengidap penyakit asma,
menyebabkan bronkitis, dan
pneumonia.
Asap rokok juga menyebabkan iritasi mata dan saluran hidung bagi orang yang
berada di sekitarnya.
Pengaruh
lingkungan asap tembakau dan kebiasaan ibu hamil merokok dapat menyebabkan
gangguan kesehatan pada
anaknya
bahkan sebelum anak dilahirkan. Bayi yang lahir dari wanita yang merokok selama
hamil dan bayi yang hidup
di
lingkungan asap rokok mempunyai resiko kematian yang sama 2 .
Risiko
yang dapat ditimbulkan oleh karena merokok sebenarnya dapat dikurangi bila
diketahui kadar nikotin dalam asap
rokok
2. Bila kadar ini dicantumkan maka calon perokok dapat memilih rokok dengan
kandungan nikotin yang sekecil
mungkin
atau kandungan yang paling sedikit diantara jenis-jenis rokok. Pada saat ini
banyak produsen rokok belum
mencantumkan
kadar nikotin dalam kemasannya maka perlu dilakukan pengukuran kadar nikotin
yang dihasilkan oleh
asap
rokok dengan tujuan untuk mengetahui berapa kandungan nikotin yang dihasilkan
oleh asap rokok dari berbagai
macam
merk rokok yang banyak beredar di pasaran. Asap rokok yang akan diukur adalah
asap rokok yang dihisap oleh
perokok
(asap rokok arus utama) dan yang dilepaskan ke lingkungan sekelilingnya (asap
arus samping) yang
memungkinkan
dihirup oleh orang lain yang berada di lingkungan tersebut 3.
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau
informasi bagi para perokok untuk
dapat
mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok dan meninggalkan
kebiasaan merokok secara
perlahan
atau dapat menentukan alternatif produk rokok yang ebih rendah kadar
nikotinnya.
2. Metode Penelitian
Penelitian
ini merupakan studi deskriptif, untuk mengetahui kadar nikotin dalam asap
berbagai merk rokok yang banyak
dijual
di pasaran. Jenis rokok yang digunakan adalah 3 jenis merk rokok filter dan 3
jenis rokok kretek (non-filter),
masing-masing
diberi notasi Filter-A, Filter-B dan Filter-C, Kretek-X, Kretek-Y dan Kretek-Z,
sehingga ada 6 sampel
(merk
rokok). Kadar nikotin yang diukur adalah kadar nikotin dalam asap arus utama
(asap yang dihisap langsung oleh
perokok)
dan asap rokok arus samping (asap rokok yang dilepaskan ke lingkungan).
Masing-masing sampel diperiksa
tiga
kali ulangan dengan menggunakan satu batang rokok untuk setiap pengukuran 3.
Pengukuran
kadar nikotin dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja
Tinggi per batang rokok.
Langkah
pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan dan alat yang
diperlukan, pembuatan larutan
standar
nikotin, penentuan volume larutan pengabsorbsi, uji kualitatif nikotin, absorsi
nikotin dari asap rokok dan
analisis
dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Banyaknya nikotin dalam asap rokok
dihitung berdasarkan luas
puncak
kromatogram standar nikotin yang diketahui konsentrasinya 4.
Data
yang dikumpulkan berupa kandungan nikotin pada asap utama dan asap samping
dengan masing-masing tiga kali
ulangan.
Data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan rata-rata
kandungan nikotin dan menghitung
perbandingan
antara kandungan nikotin dalam asap arus utama dan asap arus samping.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil
pengukuran kandungan nikotin dalam asap rokok ditampilkan dalam Tabel 1.
Dari
tabel tersebut terlihat bahwa kandungan nikotin yang terdapat dalam rokok
kretek lebih besar dari rokok filter baik
pada
asap arus utama atau pun arus samping. Pada rokok filter kandungan nikotin
terbesar terdapat pada Filter-C dan
yang
terkecil rokok Filter-A.
Tabel 1. Kandungan Nikotin dalam Asap Arus Utama dan
Arus Samping per Batang Rokok
Jenis
rokok
Nikotin (mg) per batang rokok
Asap arus
utama (AU)
Asap arus
samping (AS)
AS/AU
Filter-A
0,738
3,329 4,510
0,962
3,935 4,090
1,011
4,010 3,966
Rata-rata 0,904 3,758 4,189
Filter_B
0,930
4,562 4,905
0,975
4,686 4,806
1,084
5,015 4,626
Rata-rata 0,996 4,754 4,779
Filter-C
0,975
4,955 5,082
1,135
5,529 4,871
1,311
5,568 4,247
Rata-rata 1,140 5,350 4,734
Kretek-X
1,095
7,211 6,584
1,254
7,523 5,999
1,570
7,637 4,864
Rata-rata 1,306 7,457 5,816
Kretek-Y
1,384
5,905 4,267
1,353
5,931 4,384
1,104
6,516 5,902
Rata-rata 1,280 6,117 4,851
Kretek-Z
1,034
4,329 4,187
1,129
4,466 3,956
1,332
5,651 4,242
Rata-rata 1,165 4,815 4,128
Sedangkan
pada jenis kretek, nikotin paling besar didapatkan pada Kretek-X, yang terkecil
Kretek-Z. Hal ini disebabkan
karena
pada rokok kretek tidak dilengkapi dengan filter yang berfungsi mengurangi asap
yang keluar dari rokok seperti
yang
terdapat pada jenis filter.
Asap
rokok arus samping mengandung nikotin lebih banyak dari pada dalam arus utama.
Dengan kata lain bahwa kadar
nikotin
yang dilepaskan ke lingkungan lebih banyak dari pada nikotin yang dihisap oleh
perokok. Perbandingan jumlah
nikotin
dalam asap arus samping lebih banyak 4 – 6 kali dari pada yang terdapat dalam
asap arus utama.
Perbedaan
ini selain dikarenakan perbedaan dalam pembentukannya, juga disebabkan karena
asap rokok arus samping
terus
menerus dihasilkan selama rokok menyala walaupun tidak sedang dihisap. Dengan
demikian merokok tidak saja
membahayakan
bagi si perokok saja (perokok aktif), tetapi juga bagi orang di
sekitarnya
(perokok pasif). Perbedaan nikotin dalam berbagai merk rokok dipengaruhi oleh
berbagai faktor
antara
lain jenis dan campuran tembakau yang digunakan, jumlah tembakau dalam tiap
batang rokok, senyawa tambahan
yang
digunakan untuk meningkatkan aroma dan rasa, serta ada-tidaknya filter dalam
tiap batang rokok.
Bila
diasumsikan bahwa rata-rata orang merokok per hari 10 batang, dan diasumsikan
semua nikotin yang terdapat
dalam
asap rokok terserap seutuhnya ke dalam tubuh, maka jumlah nikotin yang masuk ke
dalam tubuh per hari dapat
dihitung
2. Meskipun dosis yang dihisap per harinya masih di bawah dosis toksik (0,5–1,0
mg/kg BB atau sekitar 30 –
60
mg), bila ini berlangsung dalam waktu yang lama maka akan dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan. Pada
dasarnya
toksisitas suatu zat ditentukan oleh besarnya paparan (dosis), dan lamanya
pemaparan.
4. Kesimpulan
Dari
pengukuran kadar nikotin yang dilakukan terhadap dua jenis rokok masing-masing
tiga merk dengan ulangan
sebanyak
tiga kali, diperoleh kesimpulan yaitu: bahwa kandungan nikotin dalam rokok
kretek lebih besar dari rokok
filter.
Pada rokok filter kandungan nikotin terbesar pada Filter-C, terendah pada
Filter-A, sedangkan pada rokok kretek
kandungan
tertinggi pada Kretek-X dan terendah pada Kretek-Z. Nikotin yang terdapat dalam
asap rokok arus samping
4–6
kali lebih besar dari asap rokok arus utama.
Hendaknya
kadar nikotin dicantumkan pada setiap merk rokok. Penelitian lebih lanjut perlu
dilakukan khususnya
tentang
efeknya terhadap kesehatan masyarakat khususnya perokok dan bukan perokok yang
selalu berada pada
lingkungan
asap rokok, dan perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut terhadap merk-merk
rokok lainnya.
Daftar Acuan
1.
Dube MF, Green CR. Methods of Collection of Smoke
Analytical Purposes. Recent Advances in Tobacco Science
1992;
8: 42-102.
2.
Amstrong BK Merokok dan Kesehatan. Jakarta, 1984.
3.
Alaunir N. Penentuan Kadar Nikotin dalam
Berbagai Merk Rokok yang Beredar di Sumatera Barat. Padang: IKIP
Padang,
1992. Laporan Penelitian.
4.
Snyder LR, Kirkland JJ. Introduction
to Modern Liquid Chromatography. 2nd
edition. New York: John Willey and
Sons, 1980.