Sabtu, 10 Januari 2015

ARTIKEL ILMIAH ANALISA SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN (ISO 14000)

ISO 14000 merupakan standar internasional tentang sistem manajemen lingkungan secara umum, sedangkan untuk bidang konstruksi masih didukung oleh adanya konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction). Dalam penelitian ini dijelaskan juga tentang elemen ISO 14000 dan keuntungan yang ada diperoleh bila menerapkannya. 

Keuntungan ISO 14000 terdiri dari 
dua bagian, yaitu keuntungan potensial langsung dan keuntungan potensial tidak langsung.
Keuntungan potensial langsung meliputi reduksi langsung dalam penggunaan sumber daya material,reduksi dalam penggunaan energi,reduksi dalam bahan sisa,reduksi dalam keluhan dan tindak lanjut,menghindari denda dan penalti,dan menghindari pertanggungjawaban 
seseorang 

Elemen ISO 14000 yang terkait dengan proyek konstruksi adalah polusi udara, pembuangan ke sumber air, pasokan air dan pengolahan limbah domestik, limbah dan bahan-bahan berbahaya, gangguan, bunyi/kebisingan dan getaran, radiasi, perencanaan fisik,pengembangan perkotaan, gangguan bahan/material,penggunaan energi, keselamatan dan kesehatan kerja karyawan

Studi kepustakaan, untuk mendapatkan Variabel-variabel tentang informasi, elemen, dan 
keuntungan ISO 14000 serta faktor-faktor yang berperan dalam sistem manajemen lingkungan, 
kemudian diteliti ulang dengan melakukan penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 34 kontraktor kelas A

Penelitian ini menggunakan skala nominal 
sebagai berikut: 1 = Ya, 2 = Tidak dan skala 
ordinal/ranking sebagai berikut: 
Skala 1 : Sangat Tidak Berperan 
Skala 2 : Tidak Berperan 
Skala 3 : Kurang Berperan 
Skala 4 : Agak Berperan 
Skala 5 : Berperan 
Skala 6 : Sangat Berperan 
Analisa data menggunakan analisa Wilcoxon 
Signed Ranks Test dengan menggunakan 
program SPSS V.10.00 

Dari hasil survei terhadap 34 kontraktor kelas 
A didapatkan hasil bahwa 64,71% responden mengetahui informasi tentang ISO 14000. Mereka mengetahui informasi tentang ISO 14000 pertama kali dari literatur asing, relasi bisnis, mass media, dan lain-lain. Isu 
keselamatan dan kesehatan kerja karyawan menjadi prioritas utama bagi para kontraktor 
(mean rank 8,09). Isu tersebut ditindak lanjuti dengan mengembangkan strategi yang bersifat proaktif (61,76%), dimana strategi tersebut ditindaklanjuti dengan pengembangan taktik yang sesuai untuk keselamatan dan kesehatan kerja karyawan antara lain memeriksa kesehatan karyawan sesuai dengan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang (mean rank 5,00). 

Bagi kontraktor, diharapkan hasil penelitian ini 
dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk 
menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan 
(ISO 14000) dalam perusahaannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar